Penghargaan kepada pahlawan lingkungan

Penghargaan kepada para Pahlawan Lingkungan



Jumat 5 Juni 2015 Rumah Kompos Padangtegal menggelar acara tahunan pemberian penghargaan kepada para pahlawan lingkungan Desa Pakraman Padangtegal dan perwakilan sekolah dari seputaran Ubud dan Gianyar.

Tahun ini ada yang spesial: selain diberikan kepada warga, penghargaan juga diberikan kepada pengusaha, serta kepada para siswa dan sekolah di sekitar Kecamatan Ubud dan Gianyar. Acara juga dikemas dengan pemberian hadiah kepada para siswa pemenang lomba "Bercerita Lingkungan dalam Tulisan" yang telah digelar selama sebulan sebelumnya.

Penghargaan kepada para pahlawan lingkungan adalah gelaran tahunan semenjak Rumah Kompos resmi berdiri tahun 2012. Para pemenang adalah pemilah sampah terbaik dari masing-masing empat Banjar di lingkungan Desa Padangtegal, Kalau tahun tahun sebelumnya acara penghargaan digabung dengan acara muda mudi atau rapat paruman, tahun ini acara berhasil digelar sendiri di halaman parkir Rumah Kompos.

Yang menarik, untuk memberikan sentuhan khusus pada gelaran yang sengaja dipadukan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (the World Environment Day) tersebut, semua acara bertemakan 'hijau'.

Misalnya dari hal yang cukup sederhana, makanan, Semua suguhan makanan berupa jajanan pasar tradisional yang berbungkus daun pisang atau daun kelapa. Penyajiannya tidak memakai kotak, tetapi piring kaca. Demikian juga minuman yang memakai gelas/cangkir kaca. Tidak ada jajan terbungkus plastik (atau seutas selotip atau tali plastik untuk mengikat sekalipun). Tidak ada botol atau gelas plastik atau piring plastik. Juga tidak ada kotak kue.






Pesannya sederhana tetapi sangat mendasar dan penting. Setelah acara selesai, tidak ada sehelai plastik pun tertinggal menjadi sampah. Kalaupun ada tersisa, adalah bungkus atau makanan dan jajanan tradisional yang bisa didaur ulang oleh alam. Tidak membahayakan dan menyengsarakan lingkungan (baca ibu pertiwi).

Acara dibuka dengan persembahan tari sekar jagad, yang menurut MC inilah tari memakili kecantikan ibu pertiwi, sekar berarti bunga dan jagad adalah bumi. (Ohya, MC memakai dua bahasa, bahasa Indonesia dan Bahasa Bali, untuk memberi kesan penghargaan kepada kearifan dan kejeniusan lokal).
Dalam sambutannya, Bendesa Adat Padangtegal, I Made Gandra, menyampaikan perlunya memberikan penghargaan bagi para pahlawan lingkungan untuk mendorong gaya hidup bersih, hijau dan sehat. Dengan acara tahunan bertema lingkungan ini, menurut beliau, akan memacu semangat menjadikan "Padangtegal sebagai bagian dari Ubud yang bersih dan hijau, menarik bagi wisatawan dan ujung-ujungnya membawa dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat."

Sebagai event bertema lingkungan, seluruh rangkaian acara mengedepankan perlunya menjaga lingkungan bersih dan hijau, utamanya bebas dari ancaman sampah plastik. Memanfaatkan halaman parkir truk dan lantai gedung Rumah Kompos, setting acara menjadi benar-benar alami.

Para undangan yang hadir pertama-tama disuguhi jajanan dan minuman tradisional. Sebelum mengambil tempat duduk, mereka diajak keliling melihat fasilitas Rumah Kompos, mesin penggiling plastik, pencacah daun dan kolom-kolom pembuatan pupuk kompos organik, serta kebun organik. Berikutnya mereka menuju lantai dasar gedung Rumah Kompos menyaksikan sekitar 20 siswa pemenang penghargaan siswa pahlawan lingkungan mengikuti workshop seni lukis dengan media barang/plastik bekas. Workshop ini dibimbing oleh seniman serbabisa pemerhati lingkungan asal Sukawati, I Made Bayak. Made Bayak telah lama berkiprah membuat lukisan dari bahan-bahan daur ulang, terutama sampah plastik.

Setelah melihat fasilitas rumah kompos dan presentasi siswa dalam berolah seni barang daur ulang, undangan menuju tempat acara. Di panggung dengan latar belakang truk pengangkut bahan daur ulang (baca sampah organik/non organik) acara puncak digelar. Diawali dengan pementasan Bondres Lingkungan Rumah Kompos Padangtegal, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada masing-masing kategori; 12 warga pemilah sampah terbaik, pengusaha pemilah sampah terbaik, siswa paling aktif dalam kampanye lingkungan sehat, sekolah paling berprestasi dalam mendorong siswa menjaga lingkungan, dan terakhir pemenang lomba "Bercerita Lingkungan dalam Tulisan".

Untuk kategori warga, seperti tahun kemarin, Rumah Kompos menyeleksi dua belas pemenang warga pemilah sampah terbaik, tiga pemenang dari tiap banjar. Sementara untuk kategori baru, pengusaha pemilah terbaik, diumumkan sepuluh pemenang.

Uniknya, selain memberikan penghargaan kepada pemilah sampah terbaik, Rumah Kompos juga mengumumkan "10 Pengusaha Pemilah Sampah Terburuk tahun 2015". Menurut perwakilan bagian palemahan Desa Pakraman Padangtegal, I Kadek Ardana, pengumuman pemilah sampah terburuk ini bertujuan mulia, yakni menggugah yang bersangkutan untuk mulai mengubah cara pandang mereka terhadap perlunya memilah sampah, demi menjaga ibu pertiwi.

Inilah daftar para pemenang:

Warga Pemilah Sampah terbaik 2015
Banjar Padangtegal Kaja:
1.  I Wayan Mongoh
2.  I Nyoman Kaler
3.  I Wayan Yasa

Banjar Mekarsari:
1.  I Made Sirig
2. I Nyoman Winastra
3. I Putu Budi Setiawan

Banjar Padangtegal Klod
1. I Nyoman Merta
2. Mangku Padangkerta
3. Pande Made Subrata

Banjar Padangtegal Kencana
1.  Jro Mangku Beji
2.  I Ketut Madri
3. I Ketut Sabar

Pengusaha Pemilah Sampah Terbaik 2015:
1. Bayu House
2. Wenara Bali
3. Taco Casa
4. Barong Resort
5. Pizza Bagus
6. Rumah David Sanctuary
7. Verona Spa
8. Yoga Barn
9. Laba-laba Resort
10. Greenfield Bungalow

Sekolah paling berprestasi memacu siswa memelihara lingkungan 2015:
1. SDN 7 Mas
2. SDN 5 Singakerta
3. SMPN 2 Ubud

Pemenang Bercerita Lingkungan Dalam Tulisan 2015
1. Dewa Gede Padma Arta Putra (SMPN 3 Ubud)
2. I Putu Pebi Putrawan (SMPN 2 Ubud)
3.  Ni Putu Shitia Wedani
4. Juara Harapan:
1. Dewa Ayu Wulan Juniantari (SDN 7 Mas)
2. Ni Made Oka Risnawati (SDN 4 Peliatan)
3. Ni Wayan Eka Purnamiasih (SMPN 2 Ubud)
4. Ni Kadek Winda Pratiwi (SMPN 3 Ubud)
5. Ayu S. Dwipa Yani (SMPN 2 Ubud)
6. I Wayan Raditya Maha Arnawan/I Made Jivan Arya Arnawan (SD1 Ubud).